12 November 2014

Mengajarkan Anak Membaca

Mengajarkan anak membaca itu gampang-gampang susah. Kebanyakan ortu termasuk Saya mengalami kendala mengajarkan anak membaca. Dari trial dan eror dan banyak cari masukan, alhamdulillah, Saya mix dan match mana yang kira-kira anak Saya suka. Dan ini  hanya pengalaman Saya saja.

1. Tumbuhkan minat membaca anak sejak umur 2 tahun dengan menjadi "tukang ceritanya anak-anak"

Sesibuk apapun kita, prioritaskan waktu untuk bercerita, biasanya waktu malam sebelum baca doa mau tidur. Saya memfokuskan ke anak agar suka membaca dulu, menarik minat anak untuk bisa membaca. Banyak anak yang pintar membaca tapi minat membacanya kurang. Jadi membaca hanya sebagai tugas bukan kesenangan/kebutuhan akhirnya hingga dewasa dia kurang suka membaca, padahal membaca itu jendela ilmu pengetahuan.
Agar anak tertarik membaca, dari sejak kecil saya melakukan aktifitas membacakan cerita sebelum tidur. Awalnya itu cerita bebas tanpa buku, narasi spontan dari saya dengan memunculkan tokoh utama sesuai dengan jumlah anak saya. Waktu anak baru satu ya, tokoh utamanya satu, pas anak sudah tiga tokoh utama bertambah jadi tiga. Nama penokohan saya buat lucu dan unik agar anak-anak tertarik, sedangkan cerita dari malam ke malam akan berbeda jangan lupa menyisipkan humor dan adab yang terpuji disela-sela cerita kita. Kalau anak tidak ingin di ceritakan ya sudah, berarti membaca doa kemudian tidur. Tapi biasanya mah anaknya yang sigap mendengarkan ibunya yang loyo, hehehe...Ini dimulai ketika anak umur dua tahun, jadi saat umur ini mereka memang suka mendengarkan cerita, didongengkan istilahnya. Kakaknya yang sudah umur 10 tahun saja masih suka juga kok mendengarkan dongengan saya, akakaka...  Dari cerita gaya bebas, anak mulai kecanduan, dan seiring bertambahnya umur anak,  saya mulai suka membacakan buku cerita dengan cerita yang singkat. Nah, cerita yang saya hindari itu biasanya cerita dongeng, putri raja dan pangeran atau cerita legenda, karena anak saya biasanya bakalan banyak nanya kalau itu mustahil, misal, mana ada kodok berubah jadi pangeran. Untuk menghindari khayalan tingkat tinggi yang mustahil itu, saya cari cerita yang masuk akal saja.  

 2. Ketika anak umur 3 tahun, jangan sungkan untuk bernyanyi lagu alfabet didepan anak. Iya, lagu A, B, C yang versi indonesia. Biasanya anak cepat tertarik juga untuk mengikuti nyanyian kita. Gapapalah suara sepals apapun akan tetap merdu kok ditelinga si anak. :D

3. Ajak bermain permainan jaman baheula. yang kayak gini nih: ABC nama-nama heeeewaaaan, sambil merentangkan jari-jari tangan dan kemudian mulai A, B, C sampai berapa banyak jari yang terakhir dihitung dan huruf terakhir itu yang dijadikan nama hewan yang kita sebutkan. ( nama permainannya apa ya?) Nah, biasanya saya ganti nama hewan itu dengan nama-nama apa saaaajaa.. jadi jika yg muncul huruf M, anak kita "giring" memilih kata dari awalan huruf M. Nanti kita pancing, misal:  Mmmmm...aaaaa... nanti biasanya anak menebak mmaa..taaa, atau maaa..kaan atau maaa..tiii. :P

4. Rajin-rajinlah menggunting huruf-huruf  di karton bekas makanan, koran atau majalah. Kegiatan ini tak pernah terlewatkan sejak anak baru satu. Jika si anak sudah bisa pegang gunting (anak saya dari umur 3 tahun sudah saya perbolehkan memegang gunting) ajak mereka menggunting hururf-huruf tersebut. Jadikan hasil guntingan itu sebagai pengenalan huruf atau jika anak sudah kenal huruf, bisa dibuat permainan tebak kata atau ajak merangkai kata-kata : ayah, ibu, nama panggilan kakak, nama adik, nama anak, panggilan ke nenek dan kakeknya. Biasanya anak akan tertarik merangkai nama dia dan orang-orang dekatnya.

5. Tanamkan ke anak, yang namanya membaca itu menyenangkan dan manfaatnya banyak. Misal dengan bisa membaca, kita bisa menulis nama kita, bisa membaca buku cerita sendiri, bisa membaca komik kesukaannya, bisa bermain games di komputer.

6. Jika anak sudah banyak mengenal huruf dan kira-kira anak sudah siap untuk belajar membaca, baru cari buku "belajar membaca" yang disukai anak. Saya sengaja membeli buku belajar membaca dengan mengajak anaknya ke toko buku dan membiarkan dia memilih sendiri buku "belajar membacanya" dan mulai berlatih membaca dengan tetap melakukan permainan-permainan diatas sebagai refresing anak.  Latihan membaca mengunakan buku ini tidak saya lakukan tiap hari, biasanya seminggu hanya 2 sampai 3 kali saja.

7. Manfaatkan komputer/gadget.
Laptop di rumah saya itu ada passwordnya dan jika ingin bermain di laptop harus bisa mengetikkan pasword, ketika kita mengetikan password iringi dengan mengucapkan secara keras agar anak mengetahui huruf perhuruf yang kita ketikkan, dan jika sudah terbiasa lihat huruf di keyboard maka sekali waktu  latih anak untuk mencari huruf-huruf pasword di keyboard sendiri. Atau ketika sedang bermain game, tak mungkin jika anak tak mengetik satu atau dua huruf, manfaatkan saja momen ini. Saat ini banyak apikasi di HP belajar membaca, Saya mendonlot salah satu permainan ini untuk dimainkan anak-anak ketika mereka


8. Jika anak sudah mulai belajar merangkai satu dua suku kata dan semangat anak mulai mengendur, merasa sediih sekali karena belum bisa membaca dan sepertinya susaaaah sekali belajar membaca. Beri semangat dengan menceritakan yang namanya belajar awal-awal memang susah, sama seperti adik belajar berjalan, awalnya belajar berdiri, jalan selangkah-selangkah, jatuh, bangun lagi dan jika sudah mahir bisa berlari, atau ingatkan ketika dia belajar naik sepeda, ada jatuhnya, ada susahnya tapi ketika sudah mahir akan menyenangkan bisa bersepeda.

Sebenarnya banyak lagi permainan-permainan yang bisa membuat anak tertarik membaca.

Semoga tips-tips diatas membantu, jika ada tips yang lain lagi silahkan ditambahkan saja yaa. Intinya sih, sebagai orangtua kudu kreatip dan pantang putus asa. ^_^ 


19 Agustus 2014

Belajar membaca dan menumbuhkan minat baca anak.

saat ini seharusnya iqo sudah duduk di TK B, umurnya sudah 5 tahun 4 bulan. karena dia lahir bulan februari, maka niat kami, iqo masuk SD umur 6 tahun 4 bulan. karena saya lupa (hehehe) jadilah dia tidak TK. Saat ini, Iqo masih tetap tidak saya fokuskan membaca, namun, tidak berarti blank belajar membaca. Saya tetap memberikan pelajaran membaca menggunakan buku abaca. karena dia sudah hapal huruf, maka lebih mudah buat saya mengajarkan mengeja. tapii, tetap saja, yang namanya belajar membaca itu, memang banyak tantangannya. Apalagi, jika iqo lagi ngga punya mood untuk belajar membaca.

Untuk tahap sekarang, saya mengajarkan belajar membaca seminggu hanya satu atau dua kali. Selebihnya, setiap menjelang tidur saya berusaha menceritakan cerita karangan saya sendiri, dengan tokoh yang konstan. Saya memberi 3 tokoh utama yang tetap dengan tema cerita yang berbeda-beda. Tiga tokoh itu, adalah, Cipu, bekokok dan 'alim. Alhamdulillah, anak-anak suka sekali jika saya ingin bercerita tentang petualangan ketiga tokoh imajiner saya, malah terkadang, mereka yang meminta diceritakan sebelum saya punya kesiapan cerita...hahaha, alhasil, saya suka mengarang bebas tapi dengan tema pilihan anak-anak. Dari cerita mengarang bebas gaya saya, sering saya sisipkan norma-norma kebaikan diantara ketiga tokoh tersebut.

Untuk merangsang keinginan membaca, saya juga menyediakan buku cerita yang hanya gambar saja, dan membiarkan mereka bercerita sesuai imajinasi mereka dengan melihat gambar dibuku tersebut. Alhamdulillah saya mendapatkan buku yang selama ini saya cari. Niat awalnya sih, buat pengganti karena iqo tak sekolah TK, tapi, ternyata manfaatnya lebih, karena amripun mulai suka melihat gambar dan bercerita sesuai keinginan dia dari gambar yang dia lihat, sedangkan syifa mendapat manfaat karena buku tersebut ada cerita berbahasa inggrisnya.   

my little iqo, 5 year old

Kemaren ini, Iqo curhat ke saya. "bu, aku anak nakal ya?" agak kaget saya, dan sayapun balik bertanya, "ngga, iqo bukan anak nakal, memang siapa yang bilang?" dan masih dengan suara sedih, iqo bicara dengan lirih,"aku kan tadi main sama x, trus, dia bilang, udah kamu puang gih sana, kamu nakal, terus dedek (amri) juga disuruh pulang juga, padahal aku kan ngga jahat tadi." aku memeluknya, kemudian aku berusaha menenangkan sekaligus mengevaluasi, "memang kamu tadi ngapain sampe dibilang nakal?" iqo menjawab, "ngga tau juga bu, tadi aku baru dateng bu, tapi dia langsung bilang ke aku kalau aku nakal trus nyuruh aku sama amri pulang."

Iqo buat aku adalah anak yang berbeda. Dia bisa mendeskripsikan secara lengkap apa yang terjadi dengan bahasanya. Ya, iqo memang beda, dia lebih berani dibanding kakak dan adiknya. sehingga terlihat lebih agresif, tak mau diatur dan punya kemauan sendiri. Suka juga saya mendengar ceritanya dia dimarahin oleh beberapa ibu-ibu dilingkungan sini. Dan saya, mencoba membesarkan hatinya dan mengatakan bahwa si ibu takut kalau iqo dalam bahaya, karena memang saya paham, iqo punya watak berani.

Tapi, dibalik sifat-sifat dia yang seperti itu, dia anak yang baik hati dan memiliki empati yang tinggi. Tak jarang, saya melihat ketika adiknya jatuh, dengan sigap dia langsung memeluknya, dan membujuk agar tidak menangis karena kesakitan pasca jatuh. Tak jarang saya lihat dia rela memberikan hasil 'belanja' dari uang jajan yang dia minta ke saya untuk kakak dan adiknya atau sekedar membantu mengambilkan air minum untuk mereka ketika sedang bermain.  Ketika melihat ibunya sedih, dengan serta merta dia langsung memeluk ibunya dan bertanya, mengapa ibunya sedih.


Do'a ibu, nak. Semoga engkau menjadi anak yang sholih, tetap sayang dan tetap memiliki empati yang tinggi kepada kakak dan adikmu.
maafkan ibu yang masih sering salah memperlakukanmu.
ibu sayang iqo, kakak syifa dan amri.

08 Maret 2014

Plastik Tahan Api

Bersenang-senang dan membuat anak takjub ngga harus mahal, bahkan ada sisi pengetahuannya juga.
Sediakan gelas pastik (ngga perlu yang bagus, bekas aqua juga sudah cukup karena akan dibakar), air mentah, lilin (candle). Masukkan air kira-kira tiga per empat gelas, nyalakan lilin dan taruh gelas yang sudah berisi air diatas lilin. Tunggu hingga beberapa saat.
Air yang berada di dalam gelas akan terasa hangat dan jika diteruskan proses pembakarannya maka air akan mendidih. Karena hanya menggunakan gelas aqua yang titik didihnya rendah maka seiiring mendidihnya air gelas akan mengalami kebocoran.

Ini sebenarnya konsep kalor yang merambat dari benda satu ke benda lain, pelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar. Anak melihat sendiri, bagaimana kalor/panas dari api lilin dapat merambat melalui gelas dan membuat air hangat/panas juga.

Setelah kegiatan ini, Syifa bertanya, bagaimana dengan benda lain (bisa menghantarkan panas juga atau tidak)? Saya hanya memancing, kira-kira seperti apa, bisa atau tidak? Ternyata, dia melakukan eksperimen sendiri (tentu untuk bermain tujuannya), mencari sebidang keramik yang sudah tidak dipakai dan dibuatlah tungku dari batubata dengan bahan bakar lilin. Mau tahu untuk apa? Dia menggunakan keramik untuk memasak permen menjadi meleleh, memasak wafer, dan adik-adiknya pun senang melakukan permainan ini. ^_^

(Maaf ya, karena kompi lemot jadi gambar tak terupload, hehehe)

02 April 2013

Nol dan uang saku

Sudah lama tidak menulis....
Beberapa waktu yang lalu Saya, Syifa dan Iqo berjalan-jalan. Tiba-tiba, Syifa berkata, "ternyata, nol itu bernilai banget ya, Bu". "Maksud kamu Syifa?" Tanyaku penasaran.
"iya, nih ya, Syifa dikasih ibu uang duaribu, nah kalau angka nolnya dihilangkan satu saja, uang Syifa cuma duaratus. Dapat apa aku kalau cuma duaratus, dijajanin juga ngga ada yang mau terima.."
Oooh..begitu. Tiba-tiba ideku muncul, dan bertanya kepada Syifa, "tahu ngga kamu, asal muasal angka nol dan yang buat angka nol?" "ngga..." tapi siapapun orangnya hebat dia, karena tanpa angka NOL, Syifa ngga bakalan dapet apa-apa (ngga ugkin jajan-red).. Masa uang Syifa cuma angka dua..hehehe.."

25 Maret 2013

Main Pasaran ala Syifa dan Iqo

Sebenarnya sudah  lama ingin posting kegiatan ini, tapi namanya juga males ya ngga ada obatnya..

Suatu siang, Syifa dan Iqo bosan bermain dan bingung mau bermain apa. Akhirnya Saya ajak bermain pasaran, jual-jualan. Biasanya alat tukarnya uang2ang yang bisa dibeli di abang tukang mainan, tapi kali ini Saya ganti dengan kerang. Dan bandrol barang saya siapkan seperti domino/ dadu.. jadi hanya bulatan bulatan saja..kira-kira begini gambarnya :

 

Dan, setelah semua selesai dibuat, permainan dimulai...Yang pertama menjadi penjual adalah Syifa, sedangkan Iqo sebagai pembeli. Sebagai pembeli Iqo memiliki alat tukar berupa kerang. Jika Iqo ingin membeli barang, dia harus melihat bandrol barang tersebut, kemudian mecocokkan dengan kerang yang dia miliki. Misal bandrolnya 2 bulatan maka Iqo akan mengeluarkan kerang sebanyak dua buah dan diberikan kepada syifa, sebagai penjual. Lumayan, mereka sangat exciting..kemudian Saya iseng, memasang bandrol bulatan 5 dan 4 dalam satu barang . Saya ingin tahu, bagaimana Iqo menghitungnya,ternyata dia menghitung dengan cara meletakkan kerang sesuai bulatan... jadilah dia belajar berhitung..Alhamdulillah, semua suka.Dan perrmainan ini berlangsung cukup lama..Karena penjual dan pembeli bergantian..Siapa bilang belajar berhitung menjemukan... ^_^
 

11 Februari 2013

hanya uneg-uneg di tengah malam...dilema menjadi Guru.

Mendadak inget dan kebelet ingin meluapkan uneg-uneg yang pernah mampir duluuu 4 tahun yang lalu...

Mendidik buat Saya berbeda dengan mengajar. Itulah mungkin salah satu sebab Saya tidak comfort sebagai guru. Dulu, ketika Saya berprofesi sebagai Guru, seakan-akan ada sebuah tuntutan agar anak didik mendapat nilai bagus, tidak berbunga mawar diraport. Jujur, sangat berat untuk Saya memberikan nilai yang bagus kalau memang si anak tidak bisa. Bukan karena saya jahat atau tidak suka dengan peserta didik yang tidak menyukai mapel yang saya ampu, tidak, Saya meyakini, jika anak didik tidak lulus dalam mapel yang kita ampu, maka bisa jadi di mapel yang lain dia mendapat nilai tinggi. Tapi sungguh disayangkan, sistem pendidikan di Indonesia tercinta tidak menghendaki demikian, setiap peserta didik HARUS lulus dengan nilai rata-rata 7. Jika sebuah sekolah tidak bisa meluluskan peserta didik maka sekolah dianggap impoten dan harus mendapat perlakuan khusus dari dinas pendidikan kota/daerah setempat. Lantas, apa hakikat dari sekolah? secara kasat mata, Sayapun bisa membaca, Sekolah hanya untuk mendapatkan ijasah, titik. Dan jangan salahkan guru, jika kualitas generasi mendatang hanya sebagai mesin, robot. Sekali-sekali jangan pernah salahkan Guru..

pra sekolah, Iqo

Setiap anak memiliki keistimewaan tersendiri.. Syifa, punya khas sendiri, begitu juga Iqo... Agak surprise buat saya, ditengah-tengah kesibukan mengurus adiknya Iqo, Amri, Saya sangat yakin, Iqo tidak terlalu saya pegang tapi Alloh ternyata memberi sebuah keindahan. Di usianya yang belum genap 4 tahun, Iqo banyak memberi surprise buat Saya. Iqo lebih mandiri, berani, dan bisa ngemong adiknya.
Dan ini salah satu keindahan yang lainnya, tanpa disadari, kesukaan Iqo bermain game, membuat Iqo bisa berhitung dan mengerti penjumlahan hingga lima. Kesukaan Iqo "bermain" di Mushola juga membawa hikmah tersendiri, Iqo sudah hapal huruf hijaiyah hingga "ya", dalam jangka waktu beberapa bulan saja, pdahal rutinitas Iqo ke Mushola tidak kontinue. Kalau Saya perhatikan, antusias Iqo untuk belajar secara akademis lebih mantap dan kuat.

Jujur, saat ini pun saya dibingungkan dengan keinginan Iqo untuk SEKOLAH... hhmmm... untuk yang satu ini Saya masih menunda, meski Iqo lebih mandiri, tapi Saya meyakini, usia 7 tahun usia yang ideal untuk terjun ke Sekolah Dasar. Sedangkan untuk pra sekolah, Saya masih prefer untuk ke TPA saja, biarlah Iqo lebih awal mengetahui huruf hijaiyah dibanding huruf latin, biarlah Iqo lebih awal menghapal do'a-do'a dibanding harus hapal nyanyian anak-anak, biarlah Iqo puas dengan timing bermainnya.

28 Desember 2012

cokelat gratis

Hari ini Syifa berjualan Coklat, tidak sendirian melainkan berdua kawan bermainnya. Awalnya siii..karena Saya kasihan sama Syifa, liburan sekolah, ngga ada yang ngajakin berlibur, akhirnya stay at home dan seperti biasa mengumpulkan teman-temannya yang senasib masih berada dirumah. Kamar dijadikan basecamp mereka...Beberapa hari yang lalu Syifa pernah mengatakan kepada Saya kalau dia berjualan origami hasil buatannya, tapi ngga ada yg mau beli..(hehehe, mana ada yang mau)...

Di Basecamp pun terkadang saya mendengar mereka chitchat tentang boysband cilik.waduuuh...bikin kuping panas. Nelongso juga sii, cah cilik saiki demenannya boysband koyok ngono..akhirnya Saya iseng-iseng kasih saran, kenapa ngga bikin cokelat saja? beli coklat batangan, dilelehkan dan kemudian dicetak kecil-kecil..jual deeeh...Ide Saya ternyata disambut gembira dan antusias. Awalnya ada tiga anak yang akan berjualan, patungan @Rp.5000,- tapi karena satu anak diajakin ortunya pergi, akhirnya mereka hanya berdua patungan, kekurangannya Saya yang tombok...Dari proses membeli hingga mencetak mereka kerjakan berdua, tanpa bantuan siapapun, itupun udah kayak orang kebelet (ups), ide diterima, langsung collect the money ngacir ke Alfamidi (surpriseee..alfamidi lumayan jauh, mereka jalan kaki, tadinya mau diiomelin tapi akhirnya ngga jadi ^_^)  sore itu juga mereka membuat cokelat 24 pc untuk dipasarkan keesokan harinya.

Dan hari ini Mereka memulai berjualan. Sebelum berjualan mereka sempat membuat cokelat lagi 16 pc dan didinginkan, selama menunggu cokelat mengeras mereka memasarkan coklat yang kemaren mereka buat. Ketika Saya tanya, kemana aja jualnya? ternyata door to door, one by one anak-anak di komplek yang mereka temui mereka tawarkan.. Ada nyali juga yaaa...hehehe...Ngga lama lho mereka jalan, cokelat 24 pc @RP.500,- terjual ludeeesss...Dari cerita mereka siii, mereka agak grogi dan pesimis juga, tapi seneeeng pas coklat ludes terjual.

Kemudian siang harinya istirahat, dan niatnya sore akan dilanjutkan menjual ke-16 coklat yang baru mereka buat. Tetapi karena sore hujan, niat berjualan gagal. Alhasil, mereka tergiur...daaaan.... coklatnya ludes di makan sendiri, tak lupa amri dan Iqo mendapat jatah... Namun ketika Adzan maghrib akan berkumandang, ada salah seorang anak yang ingin membeli coklatnya...hehehe...merekapun kecewaa... ^_^
Mau tau komentar mereka? Lumayan yaa..kita bisa makan coklat gratissss dan uang kita masih utuh...


31 Januari 2012

Bagi-bagi

Awalnya, Saya terkejut. Anak kelas 2 SD belajar pembagian??? yang bener aja. Perkalian aja belum gape. Saadiiiissss....Tapi kemudian, Aku mulai mengajarkan pembagian dengan cara seperti ini...
Aku ambil 2 buku, kemudian aku meminta syifa untukmembagikan buku tersebut ke iqo dan syifa. kemudian aku tanyakan dia mendapat berapa buku dan iqo mendapatkan berapa buku. Syifa menjawab "satu". kemudian aku mengambil 4buku dan kemudian aku meminta syifa membagikan buku tersebut untuk dia dan iqo, dan aku tanyakan lagi berapa buku yg diperolehnya. hingga ada delapan buku dan aku ulangi perintah seperti yang diawal. Syifa lancar menjawabnya. kemudian aku memegang 6 buku dan aku meminta syifa membagikan ke tiga anak, syifa, iqo dan amri. dan kemudian menanyakan berapa buku yg diperoleh masing2 anak. Syifa bisa menjawab. Nah sampai disini, aku mengatakan pembagian itu kebalikan dari perkalian. Sama seperti pengurangan kebalikan dari penjumlahan. Da hari ini selesailah pelajaran pembagian buat Syifa..Meskipun aku melihat di buku LKS nya pembagian sangat njlimet sampai berpuluhan...ntar dulu laaa...yang jelas logika pembagian sudah masuk di pemahaman Syifa.

17 November 2011

Titik Koma

Awal Nopember lalu, Bude Saya-Eyangnya Syifa, koma. Akhirnya, kami sekeluarga beserta Ibu dan Bapak Saya- Uti dan kakungnya Syifa, menjenguknya. Syifa yang mendengar kata "koma" bertanya pada Saya, "kok kayak di (pelajaran) bahasa Indonesia, ada titik, koma, emang maksudnya apa sih bu?" Saya mulai menjelaskan. Kalau di pelajaran bahasa Indonesia, koma itu biasanya di tengah kalimat maksudnya berhenti sebentar dan akan ada kalimat lanjutannya baru kemudian titik, titik yang artinya berhenti deh, selesai. Nah, kalau Eyang koma, berarti  Eyangnya berhenti sebentar sesudah itu terserah sama Alloh, yang menciptakan kita, nyawanya mau diambil atau masih berlanjut hidup. Yang dijelaskan hanya diam saja...
Selang seminggu kemudian, kami mendapatkan kabar kalau Bude saya meninggal. Kami langsung bergegas pergi, saat itu Syifa berada di sekolah. Ketika Saya menjemputnya untuk meminta ijin pulang Syifa bertanya, kita mau kemana, Bu? Aku menjawab...Eyang meninggal. Spontan Syifa menjawab, "berarti sekarang eyang udah titik yah, bu"..... ^_^

11 November 2011

kucing dan anjing

kucing dan anjing saling bermusuhan di mana ada kucing dan anjing pasti ribut mereka kerjanya selalu bertengkar saling mengejek dan menghina orang orang tidak suka mereka karena merasa lisih dan tidak tenang mereka sering di lempari batu kadang di siram air cucian mereka saling kelaparan karena jarang orang memberi makan maareka juga jarang menetap karena orang selalu mengusirnya

01 Agustus 2010

Akhirnya...Logika Berbicara...^_*

Ternyata lebih mudah mengajarkan berhitung dari pada mengajarkan membaca ke anak...Hal ini aku alami beberapa hari yang lalu.
Pulang sekolah Syifa aku tes mengurutkan angka dari satu sampai sepuluh menggunakan tangan. ketika aku rasa Syifa sudah hapal urutan angka aku coba untuk memasukkan sebuah logika...setelah angka satu itu dua, setelah angka tiga itu empat...begitu seterusnya... kemudian Aku membuat permainan tebak-tebakan, aku bertanya kepada Syifa, dan Syifa harus menjawab dengan cepat...setelah angka dua...dan akan dijawab oleh Syifa...ketika menjawab Syifa selalu berhenti sejenak, untuk berpikir...aku mengerti sekali Syifa, dia  tidak akan bisa menghapal jika tidak ada sebuah korelasi, jadi dia harus mengerti duduk persoalannya...(sok tau nih si Ibu...hehehe)
Kemudian aku kasih sebuah logika lagi, setelah satu itu dua karena satu ditambahkan satu sama dengan dua, kenapa setelah empat itu lima karena empat jika ditambahkan satu akan berjumlah lima...jadi setelah angka satu itu ya angka dua, setelah angka empat ya angka lima...ternyata, logika yang aku berikan dapat diterima oleh Syifa..dan kitapun bermain tebak tebakan..setelah satu..dengan cepat syifa menjawab, hatta ketika aku tanya setelah lima belas...dia akan menjawab dengan cepat, enambelas...oke deh...masuk ke lesson berikutnya...
Sebelumnya, jika ada soal hitungan, Syifa akan benar2 berhitung, maksudnya begini...lima ditambah tiga sama dengan...maka syifa akan menggunakan kedua tangannya, tangan kiri akan membuka lima jari dan tangan kanan akan membuka jari tiga, kemudian dia akan menghitungnya...satu, dua, tiga,empat, lima, enam, tujuh, delapan...selalu seperti itu. Dan Syifa akan kebingungan jika banyak angka, misal enam ditambah tujuh....maka dia akan membuat bantuan dengan jari kakinnya..hahaha...usaha yg sangat gigih...nah kalo angkanya belasan bagaimana? misal lima belas ditambah tujuh..nah lho...
Karena aku anggap logika yang aku berikan nyangkut di akalnya Syifa (mengerti-red). Maka aku beri beberapa contoh...
lima ditambah tiga sama dengan...
maka aku suruh salah satu tangannya menunjukkan jumlah tiga...nah setelah itu, mulai dari lima, kemudian hitung ketiga jari yang terbuka tersebut, sehingga hitungannya menjadi, setelah lima,,,..enam...tujuh...delapan...jadi lima tambah tiga sama dengan delapan...
beberapa contoh aku praktekan ke Syifa. Jadi dia tidak usah ada pengulangan hitungan dari satu...dua..dst..
beberpakali aku tuntun perhitungan seperti itu...kamudian setelah aku rasa bisa..maka aku coba dengan bermain tebak-tebakan...
enam ditambah tujuh...maka syifa akan merentangkan jari berjumlah tujuh, kemudian dia akan berhitung..setelah enam..tujuh, delapan..sembilan, sepuluh, sebelas, duabelas, tiga belas...
tebak-tebakan berlanjut dengan tes tulis..aku beri 5 soal tertulis...dan aku meminta Syifa untuk mengerjakannya...aku perhatikan dia mengerti metode yang aku ajarkan..dari kelima soal hanya satu yang jawabannya kurang tepat, itu juga karena Syifa kurang teliti...
kemudian Syifa menantangku untuk mengerjakan soal lagi..aku beri lima soal tertulis...Alhamdulillah, dijawab benar oleh Syifa...akhirnya aku anggap cukup untuk hari ini...
Keesokan harinya, seusai sekolah, setiba dirumah, aku coba nge-tes kemampuan Syifa lagi..Dengan bangga Syifa menjawab..ah..itu mah  Syifa dah bisa...ayo, coba (maksudnya ayo tes berhitung syifa)
..eh, ternyata, benar...Syifa lebih cepat menjawabnya.Alhamdulillah.....

26 Juli 2010

Pertemanan.

Setelah seminggu Syifa masuk sekolah...Syifa mendapatkan teman baru. Sudah ada dua teman barunya. Hal ini Sayaketahui ya dari Syifa sendiri. Dia sangat senang bisa memilki teman baru. Dengan riang dia bercerita kalau disekolah dia tidak merasa kesepian, teman-teman dia lucu-lucu, katanya. "Masa, ada teman Syifa Bu, kalau dikelas kerjaannya nangiiiiisss mulu, hahaha, padahal dia lelaki Bu..." Cerita Syifa suatu hari.

Sedangkan dirumah, karena ada acara family gathering, Syifa juga dekat dengan beberapa tetangga blok sebelah. Ternyata, sepertinya Syifa sangat menyukai pertemanan. Tidak seperti ibunya ini, waktu kecil paling banyak punya teman cuma dua atau tiga orang. hahaha, beda banget.....

13 Juli 2010

Iqo, Sayang...

Baru mendapat wejangan... jangan terlalu membuat perencanaan yang njlimet untuk anak balita..dengan mau bermain bersamanya saja itu sudah bisa mengoptimalkan perkembangannya...hiks..jadi inget Iqo, terkadang terlalaikan untuk bermain dengannya...Padahal sangat sederhana, Iqo hanya membutuhkan bermain dengan kita...Ayo, tanamkan semangat..Mari kita bermain bersama Iqo...!

12 Juli 2010

sekolah...

Ketika yang lainnya pada asyik nonton bola, biarlah Saya asyik bikin posting  ^_^

Hari ini syifa sekolah...
Semalam,Syifa menumpahkan kekhawatirannya akan hari esok, pertamakali ia sekolah.
"Bu,nanti Syifa nunggu di jemputnya lama lagi...Bu, nanti dedek Iqo kehilangaan Syifa kali ya, soalnya Syifa ngga ada dirumah...Bu,besok Syifa siapa yang jemput? ....Bu, nanti Ibu sama dedek yang jemput Syifa yaaa....."

Hehehe..yang dulu menggebu-gebu ingin sekolah, ternyata punya rasa khawatir juga ^_^ 

Padahal Ibunya juga deg-degan, coz akan lamaaa banget Syifa keluar dari rumah..ngga tau mau temen ama siapa, bagaimana nanti disekolah, bagaimana cara gurunya mengajar, akankah Syifa enjoy di sekolah, akankah pembelajaran di sekolah efektif, coz murid di SD negrikan bejubell...hiks..hiks...
Yang bikin khawatir lagi, dah ngebayangin...lama banget ya, anakku sekolah di SD, 6 tahun tanpa Syifa dirumah selama beberapa saat...Akan seperti apa???

Tapi tunggu dulu, aku masih tetap punya semangat mengajarkan apa yang Syifa inginkan dirumah...belajar dirumah yang menyenangkan...Karena Syifapun masih mau belajar yang lainnya... semoga ini awal yang baik, Aku bisa menggisi apa yang sekolah tidak bisa berikan ke Syifa...
Dan Aku akan selalu berusaha mengajarkan ke Syifa, akan arti sebuah nilai di sekolah...
Yang penting, jujurlah kau, Nak... ^_*

10 Juli 2010

Kelebihan Syifa dikelas ^_^

Alhamdulillah..bisa tenang posting...

Hari Senin tanggal 12 juli nanti, Syifa akan memasuki dunia baru...Yups, akhirnya Syifa masuk SD. Inipun atas keinginan Syifa sendiri, dia ingin sekolah di SD yang pulangnya siang (ngga mau lama-lama sekolahnya) biar sore bisa ngaji di Mushola deket rumah. Akhirnya Kami memasukkan Syifa ke SD Negri dekat rumah. Dengan beberapa pertimbangan....tidak begitu jauh dari rumah, tenggang waktu sekolahnya masih sedikit sehingga ada waktu buat Syifa istirahat dan bermain setelah pulang sekolah dan sore harinya masih bisa ngaji di TPA. Semua ini atas persetujuan Syifa tentunya, yang akan memasuki babak baru dalam kegiatan menimba ilmunya, tanpa paksaan dari kami selaku ortu.

Ada cerita menarik setiap Aku mengambil raport Syifa, baik di TKnya tempo dulu ataupun di TPA tempat Syifa mengaji. Ibu guru yang pernah bersentuhan langsung dengan KBM Syifa, akan mengatakan Syifa anak yang baik, rajin dan pintar... nah setelah ini biasanya belum titik, masih akan ada koma......tapi, Syifa suka sekali ngobrol di kelas dengan teman-teman dekatnya. Ngga di TK ngga di TPA, Bu Guru biasanya akan berucap seperti itu. Padahal teman-teman dan gurunya berbeda lho antara TK dan TPAnya Syifa. Hihihhi...

Biasanya Syifa mempunyai beberapa teman dekat, nah kalau sudah bertemu...wuiiihhh...mereka akan berceloteh apa saja (membuat kelas jadi berisik-red). Dan biasanya Aku akan berkomentar, sudah bawaan dari sononya, Bu, mungkin sudah sifat Syifa seperti itu, tinggal mengarahkannya saja karena ini adalah salah satu kelebihan Syifa...hehehe...

Kalau Saya perhatikan memang Syifa sangat menyukai pertemanan, dia akan sangat senang ngobrol dengan teman-temannya. Ada saja yang bisa dijadikan bahan obrolan....

Nanti di SD akan dapat cerita apalagi ya???  ^_^

09 Juli 2010

Belajar menulis = belajar membaca

cerita ini terjadi ketika Syifa masih berada di TK, tapi baru Saya postkan sekarang...

Syifa sedang suka dengan menulis. Biasanya dia akan meminta beberapa kata kepadaku, dan dia akan mulai menulis huruf perhuruf. Seperti kemarin sore, dia minta aku menulis sebuah kata "kupu-kupu". Maka aku mulai menyalin di kertasnya - ku-pu ku-pu - Dan dia dengan senang hati membacanya kemudian menulis hingga satu halaman buku tulisnya. Begitu juga ketika pulang sekolah, aku pikir dia akan bermain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Ternyata, setelah melepas baju sekolahnya dan bercerita bagaimana dia disekolahnya tadi, dia langsung membuka buku dan memintaku menulis satu kata kemudian dia akan mengikuti rangkaian kata yang aku tulis dibawahnya higga satu halaman. Tapi, tidak serta merta langsung satu halaman, karena setiap dia cape, dia akan bermain sebentar dan tanpa disuruh dia akan meneruskan pekerjaannya. Hingga selesai. Kemudian dia berkomentar..."eh, enakan nulis disini -bareng ma ibu- bisa sambil main2. kalo sama bu guru harus selesai satu halaman dulu baru boleh main...."
 Oh, gitu. batinku, kemudian aku tanya: "kamu suka ga disekolah?"
Sifa langsung menjawab, "suka! di sekolah syifa pertama main, maiiiiiin terus.....kalo udah nanti dikasih kerjaan sama bu Guru, nulis. harus selesai, sampe tangan syifa cape bu, kalo yang udah boleh pulang. Makanya Syifa kalo pulang tangan Syifa pegel banget"
Aku tersenyum, sini kalau gitu Ibu pijitin dulu biar ilang pegelnya....Kasian banget anak ibu..

27 Juni 2010

berteman boleh..tapi...

Tidak disangka..ternyata Syifa mengikuti aturan yang Saya terapkan...
Saya memang membebaskan dia untuk bermain dengan temannya, tapi Saya mewanti-wanti agar jangan main terlalu jauh, karena sekarang ini banyak penculikan. Beberapa hari yang lalu, di sore yang cerah Syifa meminta izin untuk bermain sepeda bersama teman-temannya...Afi dan Asya. Setelah Saya mengijinkannya pergi, bermainlah dia bersama-sama...Biasanya jika bermain sepeda, Syifa sangat menyukainya, berkeliling komplek. Tiba-tiba Syifa datang dengan wajah yang ditekuk, sangat tidak bersahabat menurut Saya...Kemudian, setelah dia mendekati Saya, Saya tanyakan kenapa dia cepat sekali bermainnya, dan mengapa wajahnya cembetut..Surprise juga mendengarnya..ternyata, Syifa ngga mau ikut sama kedua temannya ke tempat yang belum pernah di ketahui oleh Syifa. "dari pada Syifa nyasar, mending Syifa pulang..biar saja mereka pergi. Syifa inget pesen ibu, jangan jauh2, ngga usah ngikutin temen kalau temennya ngajak ke tempat yang jauh.." begitu alasan dia.

duuuhhh...Alhamdulillah, Syifa mengerti batasan pertemanan. tidak selamanya mengikuti kemauan teman...Semoga Engkau menjadi anak yang sholeh ya, Nak...Aaamiiin...

13 Mei 2010

telur yang mengapung

Kemarin, Syifa melakukan percobaan. Ini percobaannya...
Siapkan sebuah wadah (gelas) kemudian isi dengan air hampir penuh. Taruh telur ayam kedalam air tersebut. Apa yang terjadi? Telur yang baik dan bagus pastilah tenggelam. Kemudian Saya menyuruh Syifa untuk memasukkan garam kedalam air tersebut dengan telur masih berada didalamnya. Aduk-aduk garam hingga tercampur dengan air. Masukkan garam sesendok demi sesendok. Sya membiarkan Syifa melihat reaksi dari efek pemberian garam tersebut. Hingga pada suatu saat Syifa berkata, "Bu, Telurnya ngambang (terapung)". Aku kemudian memberikan sebuah wadah lain yang berisi air tanpa di taburi garam, kemudian Saya meminta Syifa untuk memindahkan telur ngambang tersebut ke wadah yang baru Saya siapkan. Hasilnya, telur tenggelam. Dasar Syifa, dia penasaran bercampur takjub. Dia taruh kembali telur ke air garam, hasilnya terapung. Kemudian dia mencoba beberapa benda, dia cemplungin ke dua tempat yang berbeda. Ahaa....akhirnya dia asyik bermain sulap. Kok aneh yaaa...kata Syifa. Aku diamkan saja. Biar dia mencari jawabannya sendiri di buku. Toh dia sedang mengasah kemampuan membacanya...hehehe...

Ketika Ayah pulang Syifa memperlihatkan telur yang mengapung tersebut. "Ayah lihat, Syifa punya sulap..."  Ayah melihat telur mengapung di air dia langsung berkata,"yaaaa...telurnya busuk yaaa..."

Kemudian aku suruh syifa mencemplungkan telur ke air tawar. tenggelam...lalu ayah mengerti ternyata Syifa bermain sulap dengan air garam.