cerita ini terjadi ketika Syifa masih berada di TK, tapi baru Saya postkan sekarang...
Syifa sedang suka dengan menulis. Biasanya dia akan meminta beberapa kata kepadaku, dan dia akan mulai menulis huruf perhuruf. Seperti kemarin sore, dia minta aku menulis sebuah kata "kupu-kupu". Maka aku mulai menyalin di kertasnya - ku-pu ku-pu - Dan dia dengan senang hati membacanya kemudian menulis hingga satu halaman buku tulisnya. Begitu juga ketika pulang sekolah, aku pikir dia akan bermain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Ternyata, setelah melepas baju sekolahnya dan bercerita bagaimana dia disekolahnya tadi, dia langsung membuka buku dan memintaku menulis satu kata kemudian dia akan mengikuti rangkaian kata yang aku tulis dibawahnya higga satu halaman. Tapi, tidak serta merta langsung satu halaman, karena setiap dia cape, dia akan bermain sebentar dan tanpa disuruh dia akan meneruskan pekerjaannya. Hingga selesai. Kemudian dia berkomentar..."eh, enakan nulis disini -bareng ma ibu- bisa sambil main2. kalo sama bu guru harus selesai satu halaman dulu baru boleh main...."
Oh, gitu. batinku, kemudian aku tanya: "kamu suka ga disekolah?"
Sifa langsung menjawab, "suka! di sekolah syifa pertama main, maiiiiiin terus.....kalo udah nanti dikasih kerjaan sama bu Guru, nulis. harus selesai, sampe tangan syifa cape bu, kalo yang udah boleh pulang. Makanya Syifa kalo pulang tangan Syifa pegel banget"
Aku tersenyum, sini kalau gitu Ibu pijitin dulu biar ilang pegelnya....Kasian banget anak ibu..
sharing kegiatan bermain dan belajar anak dari lingkungan sekitar dengan gembira dan menyenangkan
09 Juli 2010
27 Juni 2010
berteman boleh..tapi...
Tidak disangka..ternyata Syifa mengikuti aturan yang Saya terapkan...
Saya memang membebaskan dia untuk bermain dengan temannya, tapi Saya mewanti-wanti agar jangan main terlalu jauh, karena sekarang ini banyak penculikan. Beberapa hari yang lalu, di sore yang cerah Syifa meminta izin untuk bermain sepeda bersama teman-temannya...Afi dan Asya. Setelah Saya mengijinkannya pergi, bermainlah dia bersama-sama...Biasanya jika bermain sepeda, Syifa sangat menyukainya, berkeliling komplek. Tiba-tiba Syifa datang dengan wajah yang ditekuk, sangat tidak bersahabat menurut Saya...Kemudian, setelah dia mendekati Saya, Saya tanyakan kenapa dia cepat sekali bermainnya, dan mengapa wajahnya cembetut..Surprise juga mendengarnya..ternyata, Syifa ngga mau ikut sama kedua temannya ke tempat yang belum pernah di ketahui oleh Syifa. "dari pada Syifa nyasar, mending Syifa pulang..biar saja mereka pergi. Syifa inget pesen ibu, jangan jauh2, ngga usah ngikutin temen kalau temennya ngajak ke tempat yang jauh.." begitu alasan dia.
duuuhhh...Alhamdulillah, Syifa mengerti batasan pertemanan. tidak selamanya mengikuti kemauan teman...Semoga Engkau menjadi anak yang sholeh ya, Nak...Aaamiiin...
Saya memang membebaskan dia untuk bermain dengan temannya, tapi Saya mewanti-wanti agar jangan main terlalu jauh, karena sekarang ini banyak penculikan. Beberapa hari yang lalu, di sore yang cerah Syifa meminta izin untuk bermain sepeda bersama teman-temannya...Afi dan Asya. Setelah Saya mengijinkannya pergi, bermainlah dia bersama-sama...Biasanya jika bermain sepeda, Syifa sangat menyukainya, berkeliling komplek. Tiba-tiba Syifa datang dengan wajah yang ditekuk, sangat tidak bersahabat menurut Saya...Kemudian, setelah dia mendekati Saya, Saya tanyakan kenapa dia cepat sekali bermainnya, dan mengapa wajahnya cembetut..Surprise juga mendengarnya..ternyata, Syifa ngga mau ikut sama kedua temannya ke tempat yang belum pernah di ketahui oleh Syifa. "dari pada Syifa nyasar, mending Syifa pulang..biar saja mereka pergi. Syifa inget pesen ibu, jangan jauh2, ngga usah ngikutin temen kalau temennya ngajak ke tempat yang jauh.." begitu alasan dia.
duuuhhh...Alhamdulillah, Syifa mengerti batasan pertemanan. tidak selamanya mengikuti kemauan teman...Semoga Engkau menjadi anak yang sholeh ya, Nak...Aaamiiin...
13 Mei 2010
telur yang mengapung
Kemarin, Syifa melakukan percobaan. Ini percobaannya...
Siapkan sebuah wadah (gelas) kemudian isi dengan air hampir penuh. Taruh telur ayam kedalam air tersebut. Apa yang terjadi? Telur yang baik dan bagus pastilah tenggelam. Kemudian Saya menyuruh Syifa untuk memasukkan garam kedalam air tersebut dengan telur masih berada didalamnya. Aduk-aduk garam hingga tercampur dengan air. Masukkan garam sesendok demi sesendok. Sya membiarkan Syifa melihat reaksi dari efek pemberian garam tersebut. Hingga pada suatu saat Syifa berkata, "Bu, Telurnya ngambang (terapung)". Aku kemudian memberikan sebuah wadah lain yang berisi air tanpa di taburi garam, kemudian Saya meminta Syifa untuk memindahkan telur ngambang tersebut ke wadah yang baru Saya siapkan. Hasilnya, telur tenggelam. Dasar Syifa, dia penasaran bercampur takjub. Dia taruh kembali telur ke air garam, hasilnya terapung. Kemudian dia mencoba beberapa benda, dia cemplungin ke dua tempat yang berbeda. Ahaa....akhirnya dia asyik bermain sulap. Kok aneh yaaa...kata Syifa. Aku diamkan saja. Biar dia mencari jawabannya sendiri di buku. Toh dia sedang mengasah kemampuan membacanya...hehehe...
Ketika Ayah pulang Syifa memperlihatkan telur yang mengapung tersebut. "Ayah lihat, Syifa punya sulap..." Ayah melihat telur mengapung di air dia langsung berkata,"yaaaa...telurnya busuk yaaa..."
Kemudian aku suruh syifa mencemplungkan telur ke air tawar. tenggelam...lalu ayah mengerti ternyata Syifa bermain sulap dengan air garam.
Siapkan sebuah wadah (gelas) kemudian isi dengan air hampir penuh. Taruh telur ayam kedalam air tersebut. Apa yang terjadi? Telur yang baik dan bagus pastilah tenggelam. Kemudian Saya menyuruh Syifa untuk memasukkan garam kedalam air tersebut dengan telur masih berada didalamnya. Aduk-aduk garam hingga tercampur dengan air. Masukkan garam sesendok demi sesendok. Sya membiarkan Syifa melihat reaksi dari efek pemberian garam tersebut. Hingga pada suatu saat Syifa berkata, "Bu, Telurnya ngambang (terapung)". Aku kemudian memberikan sebuah wadah lain yang berisi air tanpa di taburi garam, kemudian Saya meminta Syifa untuk memindahkan telur ngambang tersebut ke wadah yang baru Saya siapkan. Hasilnya, telur tenggelam. Dasar Syifa, dia penasaran bercampur takjub. Dia taruh kembali telur ke air garam, hasilnya terapung. Kemudian dia mencoba beberapa benda, dia cemplungin ke dua tempat yang berbeda. Ahaa....akhirnya dia asyik bermain sulap. Kok aneh yaaa...kata Syifa. Aku diamkan saja. Biar dia mencari jawabannya sendiri di buku. Toh dia sedang mengasah kemampuan membacanya...hehehe...
Ketika Ayah pulang Syifa memperlihatkan telur yang mengapung tersebut. "Ayah lihat, Syifa punya sulap..." Ayah melihat telur mengapung di air dia langsung berkata,"yaaaa...telurnya busuk yaaa..."
Kemudian aku suruh syifa mencemplungkan telur ke air tawar. tenggelam...lalu ayah mengerti ternyata Syifa bermain sulap dengan air garam.
Langganan:
Postingan (Atom)