Tampilkan postingan dengan label berhitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berhitung. Tampilkan semua postingan

25 Maret 2013

Main Pasaran ala Syifa dan Iqo

Sebenarnya sudah  lama ingin posting kegiatan ini, tapi namanya juga males ya ngga ada obatnya..

Suatu siang, Syifa dan Iqo bosan bermain dan bingung mau bermain apa. Akhirnya Saya ajak bermain pasaran, jual-jualan. Biasanya alat tukarnya uang2ang yang bisa dibeli di abang tukang mainan, tapi kali ini Saya ganti dengan kerang. Dan bandrol barang saya siapkan seperti domino/ dadu.. jadi hanya bulatan bulatan saja..kira-kira begini gambarnya :

 

Dan, setelah semua selesai dibuat, permainan dimulai...Yang pertama menjadi penjual adalah Syifa, sedangkan Iqo sebagai pembeli. Sebagai pembeli Iqo memiliki alat tukar berupa kerang. Jika Iqo ingin membeli barang, dia harus melihat bandrol barang tersebut, kemudian mecocokkan dengan kerang yang dia miliki. Misal bandrolnya 2 bulatan maka Iqo akan mengeluarkan kerang sebanyak dua buah dan diberikan kepada syifa, sebagai penjual. Lumayan, mereka sangat exciting..kemudian Saya iseng, memasang bandrol bulatan 5 dan 4 dalam satu barang . Saya ingin tahu, bagaimana Iqo menghitungnya,ternyata dia menghitung dengan cara meletakkan kerang sesuai bulatan... jadilah dia belajar berhitung..Alhamdulillah, semua suka.Dan perrmainan ini berlangsung cukup lama..Karena penjual dan pembeli bergantian..Siapa bilang belajar berhitung menjemukan... ^_^
 

31 Januari 2012

Bagi-bagi

Awalnya, Saya terkejut. Anak kelas 2 SD belajar pembagian??? yang bener aja. Perkalian aja belum gape. Saadiiiissss....Tapi kemudian, Aku mulai mengajarkan pembagian dengan cara seperti ini...
Aku ambil 2 buku, kemudian aku meminta syifa untukmembagikan buku tersebut ke iqo dan syifa. kemudian aku tanyakan dia mendapat berapa buku dan iqo mendapatkan berapa buku. Syifa menjawab "satu". kemudian aku mengambil 4buku dan kemudian aku meminta syifa membagikan buku tersebut untuk dia dan iqo, dan aku tanyakan lagi berapa buku yg diperolehnya. hingga ada delapan buku dan aku ulangi perintah seperti yang diawal. Syifa lancar menjawabnya. kemudian aku memegang 6 buku dan aku meminta syifa membagikan ke tiga anak, syifa, iqo dan amri. dan kemudian menanyakan berapa buku yg diperoleh masing2 anak. Syifa bisa menjawab. Nah sampai disini, aku mengatakan pembagian itu kebalikan dari perkalian. Sama seperti pengurangan kebalikan dari penjumlahan. Da hari ini selesailah pelajaran pembagian buat Syifa..Meskipun aku melihat di buku LKS nya pembagian sangat njlimet sampai berpuluhan...ntar dulu laaa...yang jelas logika pembagian sudah masuk di pemahaman Syifa.

01 Agustus 2010

Akhirnya...Logika Berbicara...^_*

Ternyata lebih mudah mengajarkan berhitung dari pada mengajarkan membaca ke anak...Hal ini aku alami beberapa hari yang lalu.
Pulang sekolah Syifa aku tes mengurutkan angka dari satu sampai sepuluh menggunakan tangan. ketika aku rasa Syifa sudah hapal urutan angka aku coba untuk memasukkan sebuah logika...setelah angka satu itu dua, setelah angka tiga itu empat...begitu seterusnya... kemudian Aku membuat permainan tebak-tebakan, aku bertanya kepada Syifa, dan Syifa harus menjawab dengan cepat...setelah angka dua...dan akan dijawab oleh Syifa...ketika menjawab Syifa selalu berhenti sejenak, untuk berpikir...aku mengerti sekali Syifa, dia  tidak akan bisa menghapal jika tidak ada sebuah korelasi, jadi dia harus mengerti duduk persoalannya...(sok tau nih si Ibu...hehehe)
Kemudian aku kasih sebuah logika lagi, setelah satu itu dua karena satu ditambahkan satu sama dengan dua, kenapa setelah empat itu lima karena empat jika ditambahkan satu akan berjumlah lima...jadi setelah angka satu itu ya angka dua, setelah angka empat ya angka lima...ternyata, logika yang aku berikan dapat diterima oleh Syifa..dan kitapun bermain tebak tebakan..setelah satu..dengan cepat syifa menjawab, hatta ketika aku tanya setelah lima belas...dia akan menjawab dengan cepat, enambelas...oke deh...masuk ke lesson berikutnya...
Sebelumnya, jika ada soal hitungan, Syifa akan benar2 berhitung, maksudnya begini...lima ditambah tiga sama dengan...maka syifa akan menggunakan kedua tangannya, tangan kiri akan membuka lima jari dan tangan kanan akan membuka jari tiga, kemudian dia akan menghitungnya...satu, dua, tiga,empat, lima, enam, tujuh, delapan...selalu seperti itu. Dan Syifa akan kebingungan jika banyak angka, misal enam ditambah tujuh....maka dia akan membuat bantuan dengan jari kakinnya..hahaha...usaha yg sangat gigih...nah kalo angkanya belasan bagaimana? misal lima belas ditambah tujuh..nah lho...
Karena aku anggap logika yang aku berikan nyangkut di akalnya Syifa (mengerti-red). Maka aku beri beberapa contoh...
lima ditambah tiga sama dengan...
maka aku suruh salah satu tangannya menunjukkan jumlah tiga...nah setelah itu, mulai dari lima, kemudian hitung ketiga jari yang terbuka tersebut, sehingga hitungannya menjadi, setelah lima,,,..enam...tujuh...delapan...jadi lima tambah tiga sama dengan delapan...
beberapa contoh aku praktekan ke Syifa. Jadi dia tidak usah ada pengulangan hitungan dari satu...dua..dst..
beberpakali aku tuntun perhitungan seperti itu...kamudian setelah aku rasa bisa..maka aku coba dengan bermain tebak-tebakan...
enam ditambah tujuh...maka syifa akan merentangkan jari berjumlah tujuh, kemudian dia akan berhitung..setelah enam..tujuh, delapan..sembilan, sepuluh, sebelas, duabelas, tiga belas...
tebak-tebakan berlanjut dengan tes tulis..aku beri 5 soal tertulis...dan aku meminta Syifa untuk mengerjakannya...aku perhatikan dia mengerti metode yang aku ajarkan..dari kelima soal hanya satu yang jawabannya kurang tepat, itu juga karena Syifa kurang teliti...
kemudian Syifa menantangku untuk mengerjakan soal lagi..aku beri lima soal tertulis...Alhamdulillah, dijawab benar oleh Syifa...akhirnya aku anggap cukup untuk hari ini...
Keesokan harinya, seusai sekolah, setiba dirumah, aku coba nge-tes kemampuan Syifa lagi..Dengan bangga Syifa menjawab..ah..itu mah  Syifa dah bisa...ayo, coba (maksudnya ayo tes berhitung syifa)
..eh, ternyata, benar...Syifa lebih cepat menjawabnya.Alhamdulillah.....

27 Mei 2009

2x5ribu=10ribu??

Ketika Syifa ikut Ayahnya sholat Isya di mushola dekat rumah.... Ada dua orang temannya Syifa juga ikutan sholat berjamaah...singkat cerita Syifa dan kedua temannya (Afi dan Siti) sedang asyik bermain pura2, begini percakapan mereka yang ditangkap oleh Ayah....

Afi: "Aku jualan ayam bakar, satunya limaribu. Siapa yang mau beliiii???"
Syifa : "Aku mau beli donk."
Afi: "Beli berapa?"
Syifa: "Dua"
Afi: "kalo dua semuanya jadi 12 ribu"
Syifa:"yee...salah, kalo dua semuanya jadi 10ribu.."

Keesokan harinya, ketika berangkat sekolah, didalam mobil Ayah menanyakan hal yang sama kepada Syifa...
"nak, kalo satu harganya limaribu, kalo dua harganya berapa??"
"sembilan ribu", jawab Syifa...

Nah lho, Sebenarnya Syifa dah bisa ngitung belum yaaa...??? :)


29 Desember 2008

segelas air aqua=limaribu

selepas isya,
syifa dan ayahnya baru saja pulang dari mushola dekat rumah, habis sholat isya berjamaah. Tidak seperti biasanya, mereka pulang sudah larut malam. Lamat-lamat terdengar mereka seperti bertengkar, aku hanya mendengarkan dari dalam rumah. Sesampainya di depan pintu mereka langsung menjudge diri mereka masing-masinglah yang paling benar. Begini kurang lebih percakapannya.....
"syifa mah begitu, ayah gak suka..." seru Ayah.
"Ayah, nakal, ayah nakal..." tak kalah Syifa juga berseru...
Aku yang lagi puyeng di depan laptop karena ngirim e-mail ga bisa-bisa terpaksa menghentikan aktivitas, dan langsung bertanya kepada mereka, "Ada apa, kenapa?"
"tanya tuh sama anaknya!" kata ayah bersungut-sungut.
"ih...ayah, Raja yang minta makanya syifa kasih".
Waduh...jangan-jangan Syifa terlibat perang ma temen-temennya di mushola.
Aku langsung bertanya sama Syifa, 'Emangnya ada apa sama Raja?' "Rajanya yang minta permenkaret, makanya Syifa kasih. Terus yang lainnya juga mau, ya udah Syifa kasih juga."
"Tuh, anaknya tadi jadi Boss..."kata Ayah kesel. "kamu janji sama Ayah cuma seribu, tapi kok kembaliannya limaribu?Tadikan Ayah ngasihnya sepuluhribu!"
"Iiiih, Ayah. Temen-temennya yang minta dibeliin permen karet, tapi Syifa ga makan permen karetnya kok bu, Syifa cuma beli air aqua." Ujar Syifa membela diri.
"Emang ada apa sih?" aku akhirnya meminta penjelasan dari Ayah, yang lebih lancar untuk bercerita.
"Tadi selepas sholat Isya Aku bersama dengan bapak2nya lagi ngebahas masalah pelatihan tadi siang. tiba2 Syifa minta dibelikan air aqua, haus katanya. karena ga ada recehan aku kasih dia sepuluhribu, dan aku bilang, dek itu kembali.Aku dah curiga jangan-jangan Syifa nraktir temen2nya karena banyak anak2 kecil ngumpul di warung..... Bener aja, uangnya tinggal limaribu. Pas aku tanya mana kembalian yang lainnya? Udah untuk beliin permen karet temen-temennya..."

Oooooooooohhh begitu ceritanya.
"emang kenapa nak, kok kamu beliin permen karet temen2?
"abis mereka minta dibeliin. ya udah Syifa beliin."
"trus kamu juga makan permen karetnya?" tanyaku.
"ngga syifa cuma beli air aqua. tapi syifa makan sedikit permen karetnya trus Syifa buang lagi."

"Tapi kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, kenapa jadi limaribu?"
Syifa gak mau kalah "Ayah, temen2nya yang minta duluan..."

he...he...he...dalam hatiku, nih ayah medit banget yak. tapi Syifa juga dah gak nepati janji.lagipula yang Syifa tau uang 10ribu itu uang yang banyak dan bisa beli apa aja. mungkin pikir dia masih ada kembaliannya berarti masih banyak uangnya. Dia memang belum tau konsep uang seutuhnya..
akhirnya...

"Nak, kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, ya berarti kemaliannya sembilan ribu. Nah ini cuma lima ribu doang. Harusnya Syifa ijin dulu sama Ayah mau beliin temen-temen Syifa."

"dan Ayah, udah tau anaknya belum ngerti duit, eh dikasih yang segituan. kan bisa bilang kalo ga punya recehan ke anaknya.Kebobolan kan jadinya."

Syifa cuma diem. Tandanya dia lagi mencerna omonganku. Dia tau kesalahn dia cuma ga ijin sama Ayahnya untuk nraktirin permen ke temen2nya...