13 Februari 2009

kunjungan profesi...

Pagi ini di sekolahnya Syifa ada kunjungan profesi. Dokter katanya Syifa. Diperiksa, seperti biasa kesehatan mulut, telinga, dan hidung. Pulang dia bawa oleh2 obat -vitamin kali yeee- tapi dengan bangga dia bilang ini adalah obat dan Syifa berani minumnya. Jelas aja berani, lha wong rasa obatnya asem2 manis....

Sebelumnya Syifa menolak untuk sekolah karena akan bertemu dengan sang Dokter, eh ternyata pagi-pagi dia enjoy aja kesekolah... Dia bilang dokternya ada yang galak!! waduh...temennya Syifa ada yang dimarahin sama dokter galak, begitu cerita Syifa.

Mengapa kunjungan profesi mesti dokter ya?? kenapa gak tukang tahu atau bakul beras yang telah sukses??!

23 Januari 2009

ma-ta ke-ro-pi be-sar

Saat ini Syifa lagi suka nulis. Dia mulai belajar bagaimana merangkai huruf menjadi sebuah suku kata kemudian kata dan akhirnya menjadi sebuah kalimat. Layaknya anak usia 5 tahun, dia masih belum sabar untuk dapat bisa/mahir. Maka yang mengajarinyalah yang dituntut untuk sabar....
Seperti kejadian beberapa waktu lalu. Saat maghrib telah berkumandang, dan aku selesai sholat...
Seperti biasa karena boring ga punya kerjaan(bosen bermain) sambil menunggu Ayah pulang, dia bergaya menulis. Sekalian aja aku ajak 'bermain tebak2an'.
Aku menulis 2 huruf dan Syifa menebak dengan membacanya. Dia setuju, dan permainanpun dimulai...
Aku menulis suku kata ma-dan dijawab dengan benar oleh Syifa. Kemudian dilanjutkan dengan ta- dst...hingga terangkai menjadi sebuah kalimat ma-ta ke-ro-pi be-sar. Dalam satu kartu hanya aku tulis satu rangkaian kata. Dan terakhir aku minta syifa menebak apa rangkaian dari kata2 tersebut.
Dengan terbata-bata, dia mencoba membacanya...agak susah, dan akhirnya dia putus asa.Ah...susah Bu...Apaan bacaannya....kata dia uring-uringan.
Padahal dia sudah bisa menebak per kata: ma-ta, ke-ro-pi, dan be-sar. Ketika diajak untuk membaca semua kata dia menganggap terlalu banyak dan itu sangat menyusahkan dia. Aku mencoba mencari akal biar dia mau berusaha membaca pelan-pelan....Akhirnya aku mendapat ide!Mmmm...kalimat ini adalah kalimat yang lucu, kalo Syifa bisa menebaknya pasti kamu nanti tertawa.
Merasa akan mendapatkan sesuatu yang lucu, dia berusaha dengan keras...aku berkata, baca dari kartu pertamanya dulu...
kartu pertama: ma-ta, kata syifa, dan kartu kedua: ke-ro-pi. aku langsung bertanya, mata siapa nak? dia langsung mengerti maksud ku, mata keropi...lantang dia berucap. kamudian kartu ketiga: be-sar, kata Syifa. jadi...lanjutku cepat, mata keropi kenapa? Oooooo...Syifa langsung menjawab : mata keropi besar!!Dan dia mulai mencoba membaca sendiri tanpa bantuanku, tanpa menebak, dia membaca dengan terbata-bata...Dan...berhasil hingga kartu ketiga. Akhirnya meledaklah tawa dia...Ha..ha..ha..ya, betul mata keropi besar. Dia langsung melihat boneka keropinya yang ada didekatnya. Dan dia tertawa lagi..Iya ya, mata keropi besar...kata dia...Alhamdulillah...ujarku dalam hati.Dan ketika aku meninggalkan dia sendirian, tak sengaja aku melihat syifa sibuk dengan kartunya, dia benar-benar berusaha membacanya..ma-ta ke-ro-pi be-sar. Dia mengamati semua kartu, seakan sedang meneliti sesuatu yang menurutnya amat penting....Puas sekali terlihat dari wajahnya.Yah lumayan, satu kalimat....akupun tersenyum puas. Alhamdulillah, yang penting dia mengerti maksud dari membaca adalah banyak pesan yang dapat disampaikan jika kita bisa membaca...Dan kita harus berusaha untuk dapat membaca.

13 Januari 2009

Naik, naik ke puncak gunung...

Nah acara ini juga yang terlewati karena saking capenya...baru bisa posting sekarang.
Liburan idul fitri nan panjang....Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Ciwidey, Bandung. Disana ada wisata kawah putih, kebun strawberi dan kebun teh. Hmmm Stroberi, kesukaan Syifa.
Kami pergi tidak hanya bertiga, karena liburan kali ini Budhe dan Pak Dhenya Syifa turut meramaikan. Mereka yang jadi pemasok amunisi makanan...Jadi lah Kami berangkat pagi-pagi, dari rumah jam 5.30, jemput Pakde dan Bude di Jati Mulya, dan....Meluncur kita ke Bandung. Sepanjang perjalanan seperti biasa, Syifa ceria dan riang gembira karena dia memang paling suka kalo udah diajak jalan...Syifa gitu lho.
Setelah melewati jalan yang panjang, sempat juga Syifa tertidur. Akhirnya sampailah kita di Bandung, kemudian cari Lokasi Kawah Putih...Lumayan, Ayah masih bingung jalan di Bandung. Alhamdulillah ga pake acara nyasar, Lokasi langsung ditemukan. Karena belum sempat nanya sudah ada petunjuk jalan gedhe banget. Ciwidey, belok kanan...Lanjut....breeemmm...breeemm. Lokasi kawah putih lurus terus...lanjut....breeeemm...breeemmm.
Hampir ke kawah putih ternyata radha macet. Lumayan lah stag dijalan menanjak. Ternyata ada bis mau turun, karena jalan sempit jadi kudu sabar nunggu giliran. Hwa puncak yang sejuk sudah terasa AC mobil dimatikan, buka jendela. Eh...ada penjaja stroberi, memang samping kiri kanan ada kebun stoberi. Satu kotak lumayan besar 10 ribu, ditawar2 dapet enamribu. Beli satu kotak aja dulu. Ternyata ludes sama Syifa....sambil nunggu macet dia melahap stoberi...
Alhamdulillah sampai di tempat pembelian karcis dan masuk lah kita ke kawasan kawah putih. Clingak-clinguk mana ya???Ooooo MasyaAlloh ternyata kudu offroad dulu. Menyusuri hutan belantara menggunakan sedan, menanjak. Wuih pokoke syerem deh. Alhamdulillah sampai kelokasi sesungguhnya tanpa kekurangan satu apapun.Keletihan sehabis perjalanan panjang Bekasi-Bandung, dan offroad yang menegangkan akhirnya bisa terbalas dengan melihat pemandangan yang begitu menakjubkan. Kawah putih ternyata lokasi wisata yang indah sekali. Subhanalloh...Inilah keindahan alam Sang Pencipta. Sungguh megah, mempesona setiap orang yang melihatnya.
Parkir mobil, bawa amunisi makanan dan....Kita makan dulu dong, sebelum menjelajahi lokasi lebih jauh. Wah...Mantap. Alhamdulillah kenyang semua dan...saatnya beraksi. Syifa ingin banget nyemplung ke kawah, dia kira tuh kawah kolam renang kali ya... Akhirnya Pakdenya punya permainan yang menyenangkan. Melempar batu dengan bergaya ke arah kolam kawah.
Untuk mengabadikan keindahan alam, kita berfoto ria.
Syifa???Ogah untuk beraksyen dia lebih menyukai bebas nimpukin kawah dengan batu. Setelah puas mengabadikan kolam kawah yang sedang turun kabut. Wah...kabutnya turun, Indah sekali, peristiwa yang harus diabadikan neeh..cklik,cklik, semua bergaya, Syifa diabadikan juga dengan gaya bebasnya disana sini...
Tiba-tiba ada kejadian, saking seriusnya nimpuk ga terasa Syifa sangat dekat dengan bibir kawah...Dan akhirnya...Sebagian kakinya njeblos ke lumpur belerang....Hasilnya???Liat aja ndiri....kaki yang belepotan lumpur di bersihkan di kolam yang lebih frendly, karena ada juga orang yang berani nyemplungin kaki di kolam yang satu lagi, kita juga memberanikan diri mencuci kaki Syifa di kolam tersebut. Setelah puas bermain kita naik keatas, ternyata ada goa peninggalan Jepang. Di goa itulah penambangan belerang tempo penjajahan Jepang dulu beraktifitas. Di mulut goa tertulis "Janganterlalu lama di depan mulut goa, berbahaya" Wah di mulut goanya aja berbahaya apalagi masuk kedalam. Memang di sini bau belerang menyengat sekali bikin pusing kepala. Kebayang ga si orang-orang tempo dulu disuruh ngambilin belerang turun kebawah sama Jepang...Kasihan ya....
Kemudian kita berpindah tempat, takut juga kalo nanti tau-tau pingsan. Kita beristirahat dipendopo, Ayah Syifa tidur pusing katanya. Jangan2 pas dimulut goa tadi...ihh...Syerem juga. Cape juga si dia abis nyetir.
Keluar kawasan kawah putih, kita menyusuri offroad lagi dengan arah menurun. Kali ini tanggung jawab menyetir ke Pakdenya Syifa. Namun kami keluar lokasi tidak langsung turun, melainkan melanjutkan naik keatas ke kebun teh dulu. Namun tidak sampai ke tempat perkemahan Situ patenggang. Hanya sampai kebun teh milik orang, mampir makan bakso dan mencicipi bandrek si Abah.

Sekarang yang menyusuri kebun teh hanya Syifa, aku dan Budhenya. Ayah dan Pakde hanya jadi penonton, puas poto2 di kebun teh dan kenyang makan bakso, kita turun ke bawah. Perjalanan turun kebawah ternyata kena macet. Alur lalulintas di puncak kudu di atur karena jalanan yang curam dan sempit...Sabar...Sabar...Syifa tidur nyenyak kecapean...

Ayah punya kejutan dia menawarkan ke kebun stroberi, metik stroberi. Tapi tanpa sepengetahuan Syifa, dia menganggap ini adalah perjalanan pulang dan tidak ada yang asyik untuk diperhatikan lagi. Biarlah dia bermimpi dulu dan memulihkan tenaga setelah berkeliling dari kawah putih hingga di kebun teh tadi, belum istirahat. Dan biarlah suasana di mobil agak tenang sedikit...he.he...he..