08 Maret 2014

Plastik Tahan Api

Bersenang-senang dan membuat anak takjub ngga harus mahal, bahkan ada sisi pengetahuannya juga.
Sediakan gelas pastik (ngga perlu yang bagus, bekas aqua juga sudah cukup karena akan dibakar), air mentah, lilin (candle). Masukkan air kira-kira tiga per empat gelas, nyalakan lilin dan taruh gelas yang sudah berisi air diatas lilin. Tunggu hingga beberapa saat.
Air yang berada di dalam gelas akan terasa hangat dan jika diteruskan proses pembakarannya maka air akan mendidih. Karena hanya menggunakan gelas aqua yang titik didihnya rendah maka seiiring mendidihnya air gelas akan mengalami kebocoran.

Ini sebenarnya konsep kalor yang merambat dari benda satu ke benda lain, pelajaran IPA kelas 4 sekolah dasar. Anak melihat sendiri, bagaimana kalor/panas dari api lilin dapat merambat melalui gelas dan membuat air hangat/panas juga.

Setelah kegiatan ini, Syifa bertanya, bagaimana dengan benda lain (bisa menghantarkan panas juga atau tidak)? Saya hanya memancing, kira-kira seperti apa, bisa atau tidak? Ternyata, dia melakukan eksperimen sendiri (tentu untuk bermain tujuannya), mencari sebidang keramik yang sudah tidak dipakai dan dibuatlah tungku dari batubata dengan bahan bakar lilin. Mau tahu untuk apa? Dia menggunakan keramik untuk memasak permen menjadi meleleh, memasak wafer, dan adik-adiknya pun senang melakukan permainan ini. ^_^

(Maaf ya, karena kompi lemot jadi gambar tak terupload, hehehe)

02 April 2013

Nol dan uang saku

Sudah lama tidak menulis....
Beberapa waktu yang lalu Saya, Syifa dan Iqo berjalan-jalan. Tiba-tiba, Syifa berkata, "ternyata, nol itu bernilai banget ya, Bu". "Maksud kamu Syifa?" Tanyaku penasaran.
"iya, nih ya, Syifa dikasih ibu uang duaribu, nah kalau angka nolnya dihilangkan satu saja, uang Syifa cuma duaratus. Dapat apa aku kalau cuma duaratus, dijajanin juga ngga ada yang mau terima.."
Oooh..begitu. Tiba-tiba ideku muncul, dan bertanya kepada Syifa, "tahu ngga kamu, asal muasal angka nol dan yang buat angka nol?" "ngga..." tapi siapapun orangnya hebat dia, karena tanpa angka NOL, Syifa ngga bakalan dapet apa-apa (ngga ugkin jajan-red).. Masa uang Syifa cuma angka dua..hehehe.."

25 Maret 2013

Main Pasaran ala Syifa dan Iqo

Sebenarnya sudah  lama ingin posting kegiatan ini, tapi namanya juga males ya ngga ada obatnya..

Suatu siang, Syifa dan Iqo bosan bermain dan bingung mau bermain apa. Akhirnya Saya ajak bermain pasaran, jual-jualan. Biasanya alat tukarnya uang2ang yang bisa dibeli di abang tukang mainan, tapi kali ini Saya ganti dengan kerang. Dan bandrol barang saya siapkan seperti domino/ dadu.. jadi hanya bulatan bulatan saja..kira-kira begini gambarnya :

 

Dan, setelah semua selesai dibuat, permainan dimulai...Yang pertama menjadi penjual adalah Syifa, sedangkan Iqo sebagai pembeli. Sebagai pembeli Iqo memiliki alat tukar berupa kerang. Jika Iqo ingin membeli barang, dia harus melihat bandrol barang tersebut, kemudian mecocokkan dengan kerang yang dia miliki. Misal bandrolnya 2 bulatan maka Iqo akan mengeluarkan kerang sebanyak dua buah dan diberikan kepada syifa, sebagai penjual. Lumayan, mereka sangat exciting..kemudian Saya iseng, memasang bandrol bulatan 5 dan 4 dalam satu barang . Saya ingin tahu, bagaimana Iqo menghitungnya,ternyata dia menghitung dengan cara meletakkan kerang sesuai bulatan... jadilah dia belajar berhitung..Alhamdulillah, semua suka.Dan perrmainan ini berlangsung cukup lama..Karena penjual dan pembeli bergantian..Siapa bilang belajar berhitung menjemukan... ^_^