Sebenarnya Saya masing ingin Syifa homescooling. Tapi ternyata dia memilih lain, dia ingin sekolah seperti layaknya anak yang lain. Tapi yang terpenting Saya selalu memonitoring sejauh apa transfer ilmu yang diberikan oleh sekolah dan lingkungannya. Baik itu transfer ilmu gurunya didalam kelas, maupun lingkungan-dalam hal ini teman2nya sebagai sarana sosialisasi untuk Syifa.
Saat ini Syifa sudah memasuki dunia TK B selama 1 semester. Mungkin kalau menurut orangtua yang lain,perkembangan SYifa tidak bagus. Why? karena dia belum mahir membaca, berhitung. Namun bagi Saya kemampuan Syifa sudah bagus, Desember 2008 kemaren dia genap berusia 5 tahun,tergolong muda kan untuk ukuran TK B. Lagi pula Saya belum mentargetkan Syifa untuk mahir membaca&berhitung. kemampuan membaca Iqronyapun belum sehebat anak-anak diusianya. baru sampai huruf ja (jim). Sayapun belum begitu tertarik untuk mencari bentuk belajar membaca yang handal. Karena Syifapun sudah mulai mengenal huruf dari umur 3 tahun, melalui bentuk permainan. So...Saya sedang mencari bagaimana menumbuhkan minat baca dia. Dan itu yang belum bisa Saya gali...saat ini Saya hanya watch and see..
Tapi ketika Saya perhatikan, kemampuan hafalannya sedang berkembang. Dan inilah target kami, sebagai orangtuanya. Setiap malam kita berusaha mereview hapalan surat pendek, doa dan haditsnya.
Pendek kata Saya tidak menekan sekolahnya untuk dapat mengajari Syifa mahir membaca. Karena sekolah menurut Saya hanya sebagai sebuah lembaga yang dikunjungi sang anak tak lebih dari 3-4 jam saja. Selebihnya adalah tanggungjawab ortu sebagai pengemban amanah yang diberikan oleh Alloh SWT dalam mendidik anak2.
Mau unschooling,schooling, homeschooling...bukan pembatas anak untuk terus berkreatifitas meningkatkan kemampuan diri untuk berkembang. Yang terpenting sebagi orangtua kita harus bisa melihat dan menggali potensi anaknya. Jangan ada paksaan, buat stimulus-stimulusnya saja....
sharing kegiatan bermain dan belajar anak dari lingkungan sekitar dengan gembira dan menyenangkan
05 Januari 2009
29 Desember 2008
segelas air aqua=limaribu
selepas isya,
syifa dan ayahnya baru saja pulang dari mushola dekat rumah, habis sholat isya berjamaah. Tidak seperti biasanya, mereka pulang sudah larut malam. Lamat-lamat terdengar mereka seperti bertengkar, aku hanya mendengarkan dari dalam rumah. Sesampainya di depan pintu mereka langsung menjudge diri mereka masing-masinglah yang paling benar. Begini kurang lebih percakapannya.....
"syifa mah begitu, ayah gak suka..." seru Ayah.
"Ayah, nakal, ayah nakal..." tak kalah Syifa juga berseru...
Aku yang lagi puyeng di depan laptop karena ngirim e-mail ga bisa-bisa terpaksa menghentikan aktivitas, dan langsung bertanya kepada mereka, "Ada apa, kenapa?"
"tanya tuh sama anaknya!" kata ayah bersungut-sungut.
"ih...ayah, Raja yang minta makanya syifa kasih".
Waduh...jangan-jangan Syifa terlibat perang ma temen-temennya di mushola.
Aku langsung bertanya sama Syifa, 'Emangnya ada apa sama Raja?' "Rajanya yang minta permenkaret, makanya Syifa kasih. Terus yang lainnya juga mau, ya udah Syifa kasih juga."
"Tuh, anaknya tadi jadi Boss..."kata Ayah kesel. "kamu janji sama Ayah cuma seribu, tapi kok kembaliannya limaribu?Tadikan Ayah ngasihnya sepuluhribu!"
"Iiiih, Ayah. Temen-temennya yang minta dibeliin permen karet, tapi Syifa ga makan permen karetnya kok bu, Syifa cuma beli air aqua." Ujar Syifa membela diri.
"Emang ada apa sih?" aku akhirnya meminta penjelasan dari Ayah, yang lebih lancar untuk bercerita.
"Tadi selepas sholat Isya Aku bersama dengan bapak2nya lagi ngebahas masalah pelatihan tadi siang. tiba2 Syifa minta dibelikan air aqua, haus katanya. karena ga ada recehan aku kasih dia sepuluhribu, dan aku bilang, dek itu kembali.Aku dah curiga jangan-jangan Syifa nraktir temen2nya karena banyak anak2 kecil ngumpul di warung..... Bener aja, uangnya tinggal limaribu. Pas aku tanya mana kembalian yang lainnya? Udah untuk beliin permen karet temen-temennya..."
Oooooooooohhh begitu ceritanya.
"emang kenapa nak, kok kamu beliin permen karet temen2?
"abis mereka minta dibeliin. ya udah Syifa beliin."
"trus kamu juga makan permen karetnya?" tanyaku.
"ngga syifa cuma beli air aqua. tapi syifa makan sedikit permen karetnya trus Syifa buang lagi."
"Tapi kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, kenapa jadi limaribu?"
Syifa gak mau kalah "Ayah, temen2nya yang minta duluan..."
he...he...he...dalam hatiku, nih ayah medit banget yak. tapi Syifa juga dah gak nepati janji.lagipula yang Syifa tau uang 10ribu itu uang yang banyak dan bisa beli apa aja. mungkin pikir dia masih ada kembaliannya berarti masih banyak uangnya. Dia memang belum tau konsep uang seutuhnya..
akhirnya...
"Nak, kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, ya berarti kemaliannya sembilan ribu. Nah ini cuma lima ribu doang. Harusnya Syifa ijin dulu sama Ayah mau beliin temen-temen Syifa."
"dan Ayah, udah tau anaknya belum ngerti duit, eh dikasih yang segituan. kan bisa bilang kalo ga punya recehan ke anaknya.Kebobolan kan jadinya."
Syifa cuma diem. Tandanya dia lagi mencerna omonganku. Dia tau kesalahn dia cuma ga ijin sama Ayahnya untuk nraktirin permen ke temen2nya...
syifa dan ayahnya baru saja pulang dari mushola dekat rumah, habis sholat isya berjamaah. Tidak seperti biasanya, mereka pulang sudah larut malam. Lamat-lamat terdengar mereka seperti bertengkar, aku hanya mendengarkan dari dalam rumah. Sesampainya di depan pintu mereka langsung menjudge diri mereka masing-masinglah yang paling benar. Begini kurang lebih percakapannya.....
"syifa mah begitu, ayah gak suka..." seru Ayah.
"Ayah, nakal, ayah nakal..." tak kalah Syifa juga berseru...
Aku yang lagi puyeng di depan laptop karena ngirim e-mail ga bisa-bisa terpaksa menghentikan aktivitas, dan langsung bertanya kepada mereka, "Ada apa, kenapa?"
"tanya tuh sama anaknya!" kata ayah bersungut-sungut.
"ih...ayah, Raja yang minta makanya syifa kasih".
Waduh...jangan-jangan Syifa terlibat perang ma temen-temennya di mushola.
Aku langsung bertanya sama Syifa, 'Emangnya ada apa sama Raja?' "Rajanya yang minta permenkaret, makanya Syifa kasih. Terus yang lainnya juga mau, ya udah Syifa kasih juga."
"Tuh, anaknya tadi jadi Boss..."kata Ayah kesel. "kamu janji sama Ayah cuma seribu, tapi kok kembaliannya limaribu?Tadikan Ayah ngasihnya sepuluhribu!"
"Iiiih, Ayah. Temen-temennya yang minta dibeliin permen karet, tapi Syifa ga makan permen karetnya kok bu, Syifa cuma beli air aqua." Ujar Syifa membela diri.
"Emang ada apa sih?" aku akhirnya meminta penjelasan dari Ayah, yang lebih lancar untuk bercerita.
"Tadi selepas sholat Isya Aku bersama dengan bapak2nya lagi ngebahas masalah pelatihan tadi siang. tiba2 Syifa minta dibelikan air aqua, haus katanya. karena ga ada recehan aku kasih dia sepuluhribu, dan aku bilang, dek itu kembali.Aku dah curiga jangan-jangan Syifa nraktir temen2nya karena banyak anak2 kecil ngumpul di warung..... Bener aja, uangnya tinggal limaribu. Pas aku tanya mana kembalian yang lainnya? Udah untuk beliin permen karet temen-temennya..."
Oooooooooohhh begitu ceritanya.
"emang kenapa nak, kok kamu beliin permen karet temen2?
"abis mereka minta dibeliin. ya udah Syifa beliin."
"trus kamu juga makan permen karetnya?" tanyaku.
"ngga syifa cuma beli air aqua. tapi syifa makan sedikit permen karetnya trus Syifa buang lagi."
"Tapi kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, kenapa jadi limaribu?"
Syifa gak mau kalah "Ayah, temen2nya yang minta duluan..."
he...he...he...dalam hatiku, nih ayah medit banget yak. tapi Syifa juga dah gak nepati janji.lagipula yang Syifa tau uang 10ribu itu uang yang banyak dan bisa beli apa aja. mungkin pikir dia masih ada kembaliannya berarti masih banyak uangnya. Dia memang belum tau konsep uang seutuhnya..
akhirnya...
"Nak, kamukan bilang sama Ayah cuma minta seribu, ya berarti kemaliannya sembilan ribu. Nah ini cuma lima ribu doang. Harusnya Syifa ijin dulu sama Ayah mau beliin temen-temen Syifa."
"dan Ayah, udah tau anaknya belum ngerti duit, eh dikasih yang segituan. kan bisa bilang kalo ga punya recehan ke anaknya.Kebobolan kan jadinya."
Syifa cuma diem. Tandanya dia lagi mencerna omonganku. Dia tau kesalahn dia cuma ga ijin sama Ayahnya untuk nraktirin permen ke temen2nya...
19 Agustus 2008
boring sekolah....
dah sekitar semingguan syifa mogok sekolah...why??ga ada yang tau penyebabnya. Ga cuma itu, she's become a sensitive girl. 'cause my pregnancy kah??
ketika pagi2 dia yang biasanya semangat sekolah jadi males banget. apalagi kalo ngeliat aku gawe...jadi sedih.
Kata orang ini hal yang biasa. Ya, karena dia mau punya dede' lagi..
Akhirnya aku beberapa kali kudu ngebolos tiap pagi dari sekolah, nungguin dia sampai masuk kelas. Untuk ngebuktiin kalo aku masih tetap sayang ma Syifa. Dan aku berusaha untuk bermain dikala ada waktu luang. Memang Syifa jadi sangat manja sekali, berbeda banget. Alhamdlillah berhasil, namun ada yang aneh.. setelah berhasil membuktikan Ibunya masih sayang sama dia, gantian Ayahnya jadi sasaran. Tiap Ayahnya libur, Syifa ga mau keilangan, layaknya buntut. Kemana Ayahnya pergi dia HARUS ikut... Wah pokoke, ini mungkin masa-masa sulit untuk SYifa dan kami sebagai ortu...
Buat Syifa: Ibu dan Ayah masih tetap Sayang sama Syifa. Malahan kalo ada dede' Syifa bisa bermain bareng sama dede', bisa saling bantu membantu :) Keep smile my girl....
ketika pagi2 dia yang biasanya semangat sekolah jadi males banget. apalagi kalo ngeliat aku gawe...jadi sedih.
Kata orang ini hal yang biasa. Ya, karena dia mau punya dede' lagi..
Akhirnya aku beberapa kali kudu ngebolos tiap pagi dari sekolah, nungguin dia sampai masuk kelas. Untuk ngebuktiin kalo aku masih tetap sayang ma Syifa. Dan aku berusaha untuk bermain dikala ada waktu luang. Memang Syifa jadi sangat manja sekali, berbeda banget. Alhamdlillah berhasil, namun ada yang aneh.. setelah berhasil membuktikan Ibunya masih sayang sama dia, gantian Ayahnya jadi sasaran. Tiap Ayahnya libur, Syifa ga mau keilangan, layaknya buntut. Kemana Ayahnya pergi dia HARUS ikut... Wah pokoke, ini mungkin masa-masa sulit untuk SYifa dan kami sebagai ortu...
Buat Syifa: Ibu dan Ayah masih tetap Sayang sama Syifa. Malahan kalo ada dede' Syifa bisa bermain bareng sama dede', bisa saling bantu membantu :) Keep smile my girl....
Langganan:
Postingan (Atom)